BRMP Sulawesi Selatan Gelar FGD dan Dorong Pengembangan Bisnis Koperasi Kentang–Sapi di Gowa
Gowa (24/04/26) — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan melalui Program I CARE tahun 2026 menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sekaligus pengembangan bisnis koperasi berbasis komoditas kentang dan sapi di Kabupaten Gowa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi koperasi petani menuju kelembagaan yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, yaitu Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Gowa (diwakili oleh Sekretaris Dinas), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, hingga pengurus koperasi dan petani. Diskusi difokuskan pada penguatan model bisnis koperasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, khususnya pada pengembangan komoditas unggulan kentang dan peternakan sapi.
Dalam kegiatan tersebut, ditekankan bahwa koperasi tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga administratif, tetapi harus menjadi motor penggerak ekonomi petani. Koperasi didorong memiliki perencanaan bisnis yang matang, mencakup kapasitas produksi, strategi pemasaran, pengelolaan usaha, hingga penentuan target pasar yang jelas.
Melalui FGD ini, peserta juga membahas permasalahan utama koperasi dan petani/peternak meliputi aspek manajemen usaha, keterbatasan SDM, akses pasar, serta efisiensi produksi. Solusi yang ditawarkan berfokus pada penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas SDM, optimalisasi sumber daya lokal (pakan dan produksi), serta pengembangan strategi pemasaran yang lebih mandiri dan terintegrasi.
Dengan potensi wilayah dan dukungan pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya koperasi-koperasi unggul di Kabupaten Gowa yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Kesimpulan dari Kegiatan ini menekankan pentingnya transformasi koperasi menuju kelembagaan yang mandiri, profesional, dan berorientasi bisnis. Program I CARE diharapkan mampu mendorong koperasi dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat manajemen usaha, serta memperluas akses pasar melalui sistem agribisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.